Yayasan An Nubuwwah Batam - Bekam Batam Solusi Perawatan Jerawat Membandel dan Kesehatan Kulit Anda

Bekam Batam Solusi Perawatan Jerawat Membandel dan Kesehatan Kulit Anda

Yayasan An Nubuwwah Batam Indonesia Bekam Batam 07 June 2026

Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling sering dialami oleh remaja maupun orang dewasa. 

Kondisi ini terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak (sebum), sel kulit mati, dan kotoran sehingga memicu peradangan pada kulit. 

Selain mengganggu penampilan, jerawat yang berat juga dapat menurunkan rasa percaya diri dan meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan.

Secara umum, jerawat terbagi menjadi beberapa jenis. Komedo putih (whiteheads) muncul ketika pori-pori tertutup oleh minyak dan sel kulit mati. 

Komedo hitam (blackheads) terjadi ketika pori-pori terbuka sehingga isi pori mengalami oksidasi dan berubah warna menjadi hitam. 

Selain itu terdapat papula berupa benjolan merah kecil yang terasa nyeri saat disentuh.

Pustula yang berisi nanah, jerawat nodul yang terbentuk jauh di bawah permukaan kulit.

Kemudian jerawat batu (kistik) yang berukuran besar, nyeri, dan berpotensi meninggalkan bekas luka permanen. 

Ada pula bruntusan atau jerawat pasir yang biasanya muncul dalam jumlah banyak dengan tekstur kulit terasa kasar.

Berbagai faktor dapat memicu timbulnya jerawat. Perubahan hormon saat pubertas, menstruasi, kehamilan, atau kondisi tertentu.

Misalnya Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau Sindrom Ovarium Polikistik yang dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit. 

Faktor genetik juga berperan, sehingga seseorang yang memiliki riwayat keluarga berjerawat cenderung lebih berisiko mengalami kondisi serupa. 

Selain itu, stres berkepanjangan dapat memperburuk peradangan dalam tubuh sehingga jerawat menjadi lebih sulit sembuh.

Pola hidup sehari-hari juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit. 

Kebiasaan sering menyentuh wajah dengan tangan yang kotor, kurang menjaga kebersihan kulit, serta konsumsi makanan tinggi gula.

Termasuk roduk susu tertentu dan makanan yang digoreng dapat memperburuk kondisi jerawat pada sebagian orang. 

Penggunaan kosmetik atau produk perawatan kulit yang menyumbat pori-pori juga dapat memicu munculnya jerawat baru.

Dalam perspektif kesehatan holistik, bekam Batam metode goresan (wet cupping) sering digunakan sebagai terapi untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh. 

Bekam Batam dapat membantu memperlancar sirkulasi darah, membantu proses detoksifikasi alami tubuh, mengurangi ketegangan akibat stres, dan mendukung metabolisme yang lebih baik. 

Ketika kondisi tubuh menjadi lebih seimbang, sebagian penderita melaporkan perbaikan pada kesehatan kulit, termasuk berkurangnya keluhan jerawat.

Bekam juga sering dipilih oleh mereka yang mengalami jerawat yang berkaitan dengan stres, gangguan pola tidur, atau kondisi tubuh yang terasa mudah lelah. 

Terapi bekam gores dikombinasikan dengan perbaikan pola makan, pengelolaan stres, olahraga teratur, dan konsumsi air putih yang cukup.

Dengan pendekatan yang menyeluruh antara perawatan kulit, pola hidup sehat, dan bekam yang tepat, peluang untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat dan bersih dapat menjadi lebih baik.

Apabila Anda mengalami jerawat yang tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau ingin menjalani pendekatan kesehatan yang lebih holistik, terapi bekam gores solusinya.

Hanya dengan Bekam Goresan

Darah yang keluar saat bekam Batam metode goresan/sayatan 0,9 mm atau terapi oksidan/oxidant releasing therapy (ORT) atau hijamah memengaruhi sistem saraf pusat dan mengaktifkan beberapa sistem analgesia.

Rasa sakit saat terapi oksidan atau bekam merangsang lepasnya neurotransmiter seperti opioid endogen. Zat ini termasuk β-endorphin yang dapat menekan sinyal rasa sakit di sumsum tulang belakang.

Mekanisme lain yang mungkin dapat menjelaskan efek analgesik terapi oksidan adalah stimulasi sensorik yang kuat. Sehingga menghasilkan penurunan rasa sakit selama periode waktu yang bervariasi.

Hal ini karena pemblokiran pesan dari saraf sensorik yang membawa impuls nyeri. Saat darah keluar karena sayatan dan tekanan akan menimbulkan efek pembengkakan pada kulit yang dikop dan menyebabkan pelepasan β-endorphin serta hormon adrencorticalke dalam sirkulasi.

Keduanya sangat membantu dalam menghambat peradangan pada radang sendi. Kesimpulannya, terapi oksidan memiliki beberapa kelebihan.

Yakni adanya tanda perbaikan pada kondisi klinis pasien, terutama pada skala nyeri, terapi secara signifikan mengurangi aktifitas penyakit.

Terapi oksidan juga dapat dikombinasikan dengan terapi konvensional pada pasien yang menderita diabetes mellitus, ginjal, jantung, rheumotoid arthritis, kanker dan penyakit lainnya.

Pengeluaran darah dengan metode sayatan atau goresan dapat menyebabkan hiperglomerulus (over fungsi pada ginjal), iskemia glomerular (kematian sel pada ginjal), glomerulosklerosis, cedera tubulointerstitial, dan proteinuria (keluar protein pada air seni).

Oleh karena itu terapi oksidan dapat meningkatkan produksi nitrat oksid sehingga dapat disimpulkan bahwa saat dilakukan pengeluaran oksidan akan keluar zat-zat tersebut.

Kondisi itu akan menyebabkan relaksasi dan vasodilatasi pada pembuluh darah, sehingga menurunkan tahanan dari pembuluh darah yang akan berdampak pada menurunnya tekanan darah. 

Saat dilakukan penghisapan, saraf-saraf pada kulit akan terangsang. Rangsangan ini akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A delta dan C, serta traktus spino thalamikus ke arah thalamus yang akan menghasilkan endorphin.

Endorphin adalah peptida kecil yang dilepaskan ke hipotalamus yang akan berdampak memperbaiki suasana hati dan meningkatkan perasaan tenang.

Dengan suasana hati yang senang dan tenang, maka dengan sendirinya tubuh akan merasakan rileks dan denyut jantung akan berangsur-angsur menurun.

Dengan menurunya denyut jantung, maka cardiac output akan ikut turun. Salah satu hal yang memengaruhi tekanan darah adalah curah jantung (cardiac output).

Karenanya, dapat disimpulkan bahwa dengan penurunan cardiac output tekanan darah pun juga akan ikut turun.

Darah yang keluar saat dilakukan terapi oksidan memiliki viskositas yang tinggi (kental).

Hal ini disebabkan darah yang keluar dari terapi oksidan mengandung lipoprotein jauh melebihi angka normal.

Terapi oksidan bisa mengeluarkan bahan hidrofilik dan hidrofobik dalam bentuk lipoprotein.

Tingginya level lipoprotein yang buruk dapat mengakibatkan kerusakan, karena fisiologis dalam sel tidak dapat berjalan optimal. Bahkan, sel bisa saja tidak dapat berfungsi.

Lipoprotein dibawa melalui aliran darah dalam dua komponen protein, yaitu lipoprotein berdensitas rendah (LDL) dan lipoprotein berdensitas tinggi (HDL).

Ukuran LDL lebih besar dari pada HDL. Hal ini memungkinkan LDL lebih mudah tersangkut di pembuluh darah.

Keluarnya lipoprotein dalam tubuh dengan terapi oksidan diharapkan dapat memperlancar aliran darah dalam pembuluh darah.

Tekanan darah dipengaruhi juga oleh viskositas dari darah. Dengan kata lain, dengan turunnya viskositas darah dalam tubuh melalui terapi oksidan, maka tekanan darah pun juga ikut turun.

Tingginya asupan garam juga memengaruhi peningkatan tekanan darah. Tingginya konsentrasi garam dalam plasma akan meningkatkan viskositas atau kekentalan dari plasma.

Hal ini akan meningkatkan resistensi dari pembuluh darah, sehingga tekanan dalam arteri akan meningkat.

Pada teori hipertensi yang diakibatkan oleh radikal bebas maupun peroksida lemak, sel endotel pada pembuluh darah akan mengalami disfungsi jika terpapar oleh zat-zat berbahaya tersebut.

Peroksida lemak dapat menimbulkan disfungsi endotel yang akan memengaruhi penurunan sintesis NO dan prostasiklin yang merupakan vasodilatator alami dalam tubuh.

Disfungsi endotel juga akan meningkatkan produksi tromboxon A2 dan endotelin yang merupakan vasokonstriktor kuat.

Ketidakseimbangan antara vasodilatator dan vasokonstriktor membuat resistensi pembuluh darah meningkat sehingga menyebabkan hipertensi.

Stres oksidatif terjadi pada awal kasus penyakit ginjal kronis yang menyebabkan hipertensi.

Stres oksidatif dapat menyebabkan terjadinya defisiensi NO, di mana NO berperan dalam menurunkan tekanan darah.

Disfungsi endotel akan menyebabkan terjadi penghambatan NO mikrovaskular. Oleh sebab itu, proses Terapi Oksidan khusus mengambil darah darah di kapiler yang lokasinya di permukaan kulit dan sangat tipis.

Ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sangat ahli. Mengapa? Di permukaan kulit banyak hambatan dan sisa toksid (racun) atau zat nutrisi yang tersimpan lama.

Melalui terapi bekam (terapi oksidan) atau hijamah dengan cara menyayat/menggores/mengiris/membelah akan mendapatkan darah yang dikehendaki oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Kesimpulannya, jika bekam menggunakan tusukan atau jarum (lanchet) hasilnya kacau, terlalu dalam sehingga mengenai venula dan melebihi kapiler.

Akibatnya bukan toksid yang terambil dan akibatnya pasien malah pusing karena darah kaya oksigen banyak terambil.

Oleh sebab itu, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam sudah menegaskan;

الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ

“Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara, minum madu, sayatan pisau bekam (hijamah), dan sundutan api. Namun aku (Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam) melarang umatku berobat dengan sundutan api” (HR. Muslim)

Sayatan atau goresan dalam kata “syarthah mihjam” adalah kemutlakan. Tidak ada dalam riwayat hadis-hadis shahih cara mengeluarkan darah bekam (hijamah) dengan tusukan (lanchet). 

Pendaftaran online bekam atau ruqyah atau selainnya klik: DAFTAR ONLINE. Konsultasi dan tanya jawab online via WhatsApp klik: KONSULTASI ONLINE.

  • Bekam Batam
Next article: Bekam Batam Pengobatan Alami Atasi Ganggguan Vitalitas Pria dan Wanita, Suasana Jadi Mesra Lagi Next

Related Articles

Bekam Batam Pengobatan Alami Atasi Ganggguan Vitalitas Pria dan Wanita, Suasana Jadi Mesra Lagi

Yayasan An Nubuwwah Batam Indonesia 06 June 2026

Bekam Batam Obati Asam Urat, Nyeri Sendi, Pembengkakan dan Peradangan Secara Alami

Yayasan An Nubuwwah Batam Indonesia 30 May 2026

Bekam Batam Turunkan Diabetes Jadi Stabil dan Terkontrol, Ini Bukti Ilmiahnya

Yayasan An Nubuwwah Batam Indonesia 16 May 2026

Copyright ©2026 Yayasan An Nubuwwah Batam


main version