Hubungan Bekam Batam Ruqyah Batam dengan Kondisi Psikologis Pasien Secara Spiritual
Pengobatan bekam (hijamah) selama ini dikenal luas sebagai pengobatan klasik yang sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik. Meski demikian, tidak banyak yang mengetahui bahwa bekam juga memiliki hubungan erat dengan kondisi psikologis pasien.
Terutama dalam meredakan stres, kecemasan, dan kelelahan mental. Sejumlah praktisi kesehatan komplementer menyebutkan bekam tidak hanya bekerja pada tubuh. Melainkan juga memengaruhi sistem saraf, emosi, dan ketenangan batin seseorang.
Secara fisiologis, bekam membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi ketegangan otot. Kondisi ini berpengaruh langsung pada kerja sistem saraf pusat, termasuk otak, yang berperan penting dalam mengatur emosi dan suasana hati.
Ketika aliran darah dan oksigen ke otak membaik, tubuh merespons dengan rasa rileks. Dalam kondisi ini, tubuh memproduksi hormon endorfin yang dikenal sebagai hormon penenang alami. Dampaknya, pasien akan merasakan pikiran tenang, emosi stabil, dan kualitas tidur meningkat.
Dalam dunia kesehatan dikenal istilah psikosomatis, yakni kondisi ketika tekanan mental dan emosional memicu keluhan fisik. Stres berkepanjangan dapat menimbulkan gejala seperti sakit kepala, nyeri leher, bahu kaku, dada terasa sesak, dan mudah lelah.
Bekam yang dilakukan di titik-titik tertentu seperti leher, bahu, dan punggung atas sangat membantu melepaskan ketegangan fisik akibat beban psikologis. Rata-rata pasien mengaku dan merasakan kelegaan emosional setelah menjalani bekam.
Selain efek fisik, proses bekam juga memberikan dampak psikologis melalui interaksi terapeutik. Pasien yang didengarkan keluhannya dan ditangani dengan empati akan merasa lebih diperhatikan dan dihargai.
Kondisi ini memunculkan rasa aman dan nyaman, yang sangat dibutuhkan oleh individu dengan tingkat stres tinggi. Bagi sebagian pasien, bekam menjadi momen refleksi dan pemulihan mental, terutama bagi mereka yang mengalami tekanan hidup, konflik keluarga, atau kelelahan emosional.
Dalam syariat Islam, bekam merupakan sunah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Keyakinan ini memberikan nilai spiritual yang kuat bagi pasien muslim khususnya. Dimensi spiritual ini menumbuhkan ketenangan batin, rasa pasrah, dan harapan baru dalam proses penyembuhan.
Aspek spiritual ini berperan besar dalam mendukung kesehatan mental. Karena kondisi batin yang tenang terbukti membantu mempercepat proses pemulihan psikologis. Walau memiliki banyak manfaat, bekam bukan pengganti pengobatan medis dan terapi psikologis.
Untuk gangguan mental seperti depresi berat, bipolar, atau skizofrenia, pasien juga memerlukan penanganan profesional. Bekam tetap dapat digunakan sebagai terapi pendamping yang membantu menurunkan tingkat stres, meningkatkan relaksasi, dan memperbaiki kualitas hidup.
Oleh karena itu, bekam memiliki hubungan dengan psikologis pasien melalui pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Bekam membantu tubuh jadi rileks, emosi lebih stabil, dan batin lebih tenang akan mendukung kesehatan mental secara menyeluruh.
Pendekatan ini semakin relevan di tengah meningkatnya kasus stres dan gangguan kesehatan mental di masyarakat. Untuk menjaga kesehatan, disarankan Anda berbekam dua kali dalam sebulan untuk mendapatkan kualitas yang maksimal.