Di tengah meningkatnya jumlah penderita diabetes, banyak orang mulai mencari terapi pendamping selain obat medis.
Salah satu pendekatan yang kini mendapat perhatian adalah terapi bekam basah metode goresan tipis 0,9 mm.
Penelitian secara ilmiah ini sebagai terapi komplementer untuk membantu mengontrol gula darah.
Hasil Penelitian: Penurunan Nyata
Sebuah penelitian dari Program Studi Keperawatan STIKES Wira Husada Yogyakarta meneliti efek bekam basah.
Penelitian pra-eksperimental ini melibatkan 15 perempuan penderita diabetes yang menjalani satu kali terapi.
Hasilnya:
- Sebelum terapi: gula darah 201–323 mg/dL
- Setelah terapi: turun menjadi 165–286 mg/dL
- Analisis statistik menunjukkan penurunan yang signifikan secara ilmiah (p = 0,001)
Temuan ini menunjukkan bahwa bekam basah goresan sangat efektif menjadi terapi pendamping yang membantu menurunkan gula darah.
Kenapa Bekam Goresan Sangat Membantu?
Peneliti menjelaskan beberapa mekanisme:
- Sirkulasi yang lebih baik → membantu kerja insulin lebih optimal
- Efek relaksasi → menurunkan hormon stres (kortisol) yang bisa memicu kenaikan gula darah
- Bekam merangsang pelepasan nitric oxide (NO) → memperlancar aliran darah termasuk ke pankreas
Karena itu, bekam basah dipandang sebagai terapi pelengkap yang bisa mendukung diet sehat, olahraga, dan obat dokter.
Kisah Nyata: Dari 300 ke Mendekati Normal
Salah satu pasien diabetes di Bekam Batam Bengkel Manusia Indonesia, Yeti, merasakan perubahan besar setelah rutin menjalani bekam.
Sebelum terapi:
- Gula darah mencapai 300 mg/dL
- Sering lelah, mengantuk, haus, dan sering buang air kecil
Setelah menjalani bekam rutin (9 kali terapi):
- Kolesterol ikut menurun
- Tubuh terasa lebih segar
- Saat ini gula darah tetap stabil
- Gula darah turun hingga mendekati 100 mg/dL
Yeti bahkan mengaku tidak lagi mengonsumsi obat atau herbal penurun gula darah setelah kondisi stabil.
Bekam Pendamping Diabetes
Menurut Grandmaster Bekam Batam Bengkel Manusia Indonesia di Batam, kadar gula darah normal berada pada kisaran 70–100 mg/dL, sedangkan angka ≥200 mg/dL menandakan diabetes tipe 2.
Selama ini ada anggapan penderita diabetes tidak boleh dibekam karena luka sulit sembuh.
Namun pengalaman klinis menunjukkan bahwa bekam yang dilakukan dengan teknik yang tepat justru membantu menurunkan gula darah secara signifikan.
Kesimpulan
Bekam menjadi terapi pendamping yang menjanjikan dalam membantu:
- Menurunkan gula darah
- Membantu tubuh lebih rileks
- Mendukung kualitas hidup penderita diabetes
Pendekatan integratif seperti ini membuka harapan baru bahwa pengelolaan diabetes bisa dilakukan secara lebih menyeluruh — medis, gaya hidup, dan terapi komplementer berjalan bersama.