Penelitian Ilmiah Ungkap Bekam Goresan Hilangkan Nyeri Tengkuk dan Kesemutan Penderita Kolesterol

Penelitian Ilmiah Ungkap Bekam Goresan Hilangkan Nyeri Tengkuk dan Kesemutan Penderita Kolesterol

Terapi bekam (hijamah) dengan cara goresan dinilai memiliki potensi membantu mengurangi keluhan nyeri tengkuk dan kesemutan pada penderita kolesterol tinggi. 

Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan tim peneliti dari program studi (prodi) Keperawatan STIKes Borneo Cendekia Medika, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. 

Hasil penelitian ini sudah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah kesehatan pada 2023 lalu. 

Dalam penelitian tersebut, mereka menganalisis pengaruh terapi bekam terhadap tanda dan gejala yang umum dialami penderita kolesterol tinggi. 

Keluhan seperti nyeri pada bagian tengkuk serta sensasi kesemutan pada tangan dan kaki menjadi fokus utama dalam penelitian ini. 

Secara medis, kolesterol merupakan zat lemak yang terdapat dalam aliran darah dan sel tubuh. 

Zat ini sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk dinding sel serta sebagai bahan baku pembentukan hormon tertentu. 

Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. 

Apabila kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. 

Batas kadar kolesterol normal umumnya berada di bawah 200 mg/dl. Sementara itu, kadar kolesterol yang mencapai lebih dari 240 mg/dl termasuk kategori tinggi dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius. 

Pada banyak kasus, penderita kolesterol tinggi kerap mengeluhkan nyeri pada bagian tengkuk. 

Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan lemak pada pembuluh darah yang dapat menghambat aliran darah menuju otot dan jaringan di sekitarnya. 

Selain nyeri tengkuk, gejala lain yang sering dirasakan adalah kesemutan pada tangan maupun kaki. 

Keluhan tersebut umumnya muncul akibat aliran darah yang tidak lancar sehingga memengaruhi fungsi saraf pada bagian tubuh tertentu. 

Untuk mengatasi kondisi tersebut, berbagai terapi komplementer mulai dikaji oleh para peneliti. 

Salah satu metode yang banyak diteliti adalah terapi bekam, yaitu teknik pengobatan islami yang telah digunakan sejak ribuan tahun silam. 

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one group pre-test dan post-test. 

Sebanyak 30 responden penderita kolesterol dilibatkan untuk mengamati perubahan kondisi sebelum dan setelah mendapatkan terapi bekam. 

Berdasarkan karakteristik responden, sebagian besar peserta penelitian berada pada rentang usia 46 hingga 59 tahun. 

Mayoritas responden juga berjenis kelamin laki-laki serta memiliki latar belakang pendidikan tingkat menengah. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menjalani terapi bekam, rata-rata tingkat nyeri tengkuk yang dialami responden berada pada skala 5,20 atau termasuk kategori nyeri sedang. 

Setelah menjalani terapi bekam sebanyak tiga kali, rata-rata tingkat nyeri tengkuk responden menurun menjadi 1,93 atau berada pada kategori nyeri ringan. 

Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan yang cukup signifikan setelah dilakukan terapi. 

Perubahan juga terlihat pada keluhan kesemutan yang dialami responden. Sebelum terapi, sebanyak 17 responden menyatakan kesemutan cukup mengganggu dan 13 responden merasa sangat terganggu dengan kondisi tersebut. 

Namun setelah terapi bekam dilakukan, sebanyak 18 responden menyatakan keluhan kesemutan tidak lagi mengganggu aktivitas. 

Sementara sebagian responden lainnya melaporkan keluhan yang dirasakan menjadi jauh lebih ringan dibandingkan sebelumnya. 

Berdasarkan uji statistik menggunakan metode Wilcoxon, penelitian ini memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. 

Hasil tersebut menunjukkan bahwa terapi bekam memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan tanda dan gejala nyeri tengkuk serta kesemutan pada penderita kolesterol. 

Peneliti menjelaskan bahwa terapi bekam dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah serta mengurangi zat sisa metabolisme yang menumpuk dalam pembuluh darah. 

Proses tersebut juga diduga mampu merangsang pelepasan hormon endorfin yang berperan dalam mengurangi rasa nyeri. 

Meski demikian, peneliti menyarankan agar penelitian lanjutan dilakukan dengan cakupan yang lebih luas dan menggunakan kelompok kontrol. 

Hal ini penting untuk memperkuat bukti ilmiah mengenai manfaat terapi bekam dalam membantu mengatasi keluhan yang berkaitan dengan kadar kolesterol tinggi.

Salah satu ahli bekam dan Grandmaster Oxidant Releasing Therapy Indonesia, Candra P. Pusponegoro, mengatakan bekam (wet cupping) memang sudah terbukti dan teruji. 

Menurutnya, dalam literatur hadis, penjelasan bekam atau hijamah dalam bahasa Arab tidak perlu diragukan lagi manfaatnya.

“Sebagai umat Islam, hijamah (bekam) tidak perlu diragukan lagi kesahihannya. Ratusan manfaat untuk kesehatan tubuh,” ujar Candra yang membuka praktik berlabel Bengkel Manusia Indonesia. 

Menurutnya, sejak berkecimpung di dunia bekam, ia lebih memfokuskan kepada pasien yang memiliki riwayat diabetes, jantung dan ginjal.

Katanya, ia lebih memilih spesifik untuk ketiga gangguan itu karena rata-rata pasien yang berobat memiliki riwayat tersebut.

“Saya cenderung ketiga segmen ini karena memang yang datang berobat itu rata-rata ada riwayat diabetes, jantung dan ginjal. Akhirnya jadi terbiasa merawat pasien dengan penyakit ini,” ujar pria yang sudah 25 tahun lebih berpraktik bekam.

Lantas metode yang digunakan seperti apa, ia menjelaskan, bekam yang dilakukan dengan cara menggores (menyayat) permukaan kulit sedalam 0,9 mm.

Masih menurut dia, pasien yang berobat ke tempatnya membawa hasil pemeriksaan medis (laboratorium). Setelah dianalisa baru dilakukan tindakan bekam sesuai keluhan pasien.

Apakah hanya sekali berobat? Kata dia, tidak. Pasien harus mengikuti jadwal terapi yang ditetapkan berdasarkan kondisi riil pasien itu sendiri. 

“Intinya harus disiplin terapinya dan mengikuti pola-pola sehat yang umum dilakukan orang sedang sakit. Misalnya diabetes, ya tentu diet minum gula, mengurangi karbohidrat atau selainnya,” tuturnya.

Menurutnya, dalam penanganan, pasien diterapi juga rohaninya. Salah satunya dengan nasihat spiritual yang mengedukasi hati dan pikirannya. 

Jadi, seluruh pasien diobati secara jasmani dan rohani selama periode terapi di Bengkel Manusia Indonesia.

Sakit itu, lanjut dia, ada dua jenis. Sakit jasmani dan rohani. Kadang seseorang terlihat sehat jasmaninya, namun rohaninya sakit, demikian sebaliknya.

Nah, untuk mempercepat kesembuhan, formula itu diterapkan kepada pasien-pasiennya. Sehigga hasil akhirnya adalah totalitas. 

Unduh Jurnal: Penelitian Ilmiah Ungkap Bekam Goresan Hilangkan Nyeri Tengkuk dan Kesemutan Penderita Kolesterol 

Related Articles

Informasi

 
Melalui pengelolaan zakat dan wakaf, layanan bekam dan ruqyah sesuai syariat, serta dukungan digital, kami berkomitmen memberikan manfaat luas bagi umat secara amanah dan bertanggung jawab
Melalui pengelolaan zakat dan wakaf, layanan bekam dan ruqyah syar’i, serta dukungan digital, kami berkomitmen menghadirkan manfaat umat secara amanah dan bertanggung jawab

Legalitas

 
Merupakan badan hukum resmi yang telah disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan SK Nomor AHU-0035282.AH.01.04.Tahun 2016 tertanggal 18 Agustus 2016.
Didirikan berdasarkan Akta Notaris Wirlisman, S.H., Sp.N., Nomor 105 tanggal 10 Agustus 2016.
Terdaftar dan sah secara hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia

Jam Layanan

 
◇ Setiap Hari
◇ 07.30 – 20.30 WIB
◇ Wajib Perjanjian Dahulu

Alamat

Anggrek Sari Blok G2
Taman Baloi, Batam Kota
Batam, Indonesia

Call Center WhatsApp:
(+62) 813-2871-2147

Rekening Donasi

◇ BCA 5790159154
◇ BSI 8122888216

Disclaimer

 
Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan terapi berbasis sunah dan pendampingan spiritual secara profesional, amanah, dan sesuai prinsip syariat Islam. Seluruh layanan adalah ikhtiar kesehatan.
Pelayanan bekam dan ruqyah yang kami selenggarakan bukan merupakan pengganti diagnosis, perawatan, atau tindakan medis dari tenaga kesehatan profesional.