Tekanan darah adalah tekanan yang muncul akibat aliran darah terhadap dinding pembuluh darah.
Tekanan tersebut terjadi ketika jantung memompa darah melalui pembuluh arteri untuk disalurkan ke berbagai jaringan tubuh.
Nilai tekanan darah dipengaruhi oleh kondisi pembuluh darah serta aktivitas jantung.
Tekanan mencapai angka tertinggi ketika ventrikel jantung melakukan kontraksi, yang disebut tekanan sistolik.
Sebaliknya, tekanan berada pada tingkat terendah ketika ventrikel mengalami relaksasi, yang dikenal sebagai tekanan diastolik.
Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus.
Kondisi tersebut dapat memberikan dampak terhadap berbagai organ penting dalam tubuh.
Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke, penyakit jantung, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
Hipertensi sering disebut sebagai penyakit yang berjalan secara diam-diam.
Hal ini disebabkan karena seseorang dapat mengalami tekanan darah tinggi tanpa menunjukkan tanda-tanda yang mudah dikenali dari luar.
Meskipun perkembangannya dapat berlangsung perlahan, hipertensi memiliki risiko yang serius apabila tidak mendapatkan penanganan.
Penanganan hipertensi pada umumnya dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu terapi farmakologis dan nonfarmakologis.
Terapi farmakologis dilakukan dengan menggunakan obat-obatan untuk membantu mengendalikan tekanan darah.
Salah satu kelompok obat yang digunakan dalam pengobatan hipertensi adalah obat diuretik.
Sementara itu, pendekatan nonfarmakologis dilakukan melalui perubahan pola hidup dan berbagai bentuk terapi pendukung.
Upaya tersebut dapat berupa penurunan berat badan bagi individu yang mengalami kelebihan berat badan, penerapan pola makan tinggi kalium, konsumsi makanan yang kaya kalsium, pembatasan asupan natrium, serta mengurangi konsumsi alkohol.
Selain perubahan pola makan dan gaya hidup, terapi nonfarmakologis juga dapat memberikan efek relaksasi bagi tubuh.
Kondisi tubuh yang lebih rileks dapat membantu seseorang dalam mengendalikan tekanan darah.
Salah satu bentuk terapi nonfarmakologis yang banyak diteliti adalah terapi dengan memperdengarkan murottal Al-Qur’an.
Murottal Al-Qur’an merupakan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dengan bacaan yang sesuai.
Terapi ini digunakan sebagai salah satu pendekatan relaksasi dengan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an kepada pasien.
Selain sebagai bentuk pendekatan spiritual, lantunan ayat suci Al-Qur’an juga dapat memberikan ketenangan dan membantu mengurangi kondisi psikologis seperti stres dan kecemasan.
Keadaan psikologis seseorang memiliki hubungan dengan kondisi tubuh.
Ketika seseorang mengalami tekanan, kecemasan, kesedihan, atau stres, tubuh dapat memberikan respons yang memengaruhi keseimbangan fisiologis.
Sebaliknya, kondisi yang lebih tenang dapat membantu tubuh mencapai keadaan yang lebih rileks.
Mekanisme terapi murottal berkaitan dengan rangsangan suara yang diterima oleh otak.
Lantunan ayat Al-Qur’an dapat memberikan stimulasi yang membantu tubuh memasuki kondisi relaksasi.
Respons tersebut kemudian dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh dan mendukung terciptanya keadaan yang lebih tenang.
Ketika otak menerima rangsangan suara dengan pola dan frekuensi tertentu, stimulus tersebut dapat diteruskan melalui sistem saraf.
Respons tubuh terhadap rangsangan tersebut dapat membantu mengaktifkan mekanisme relaksasi.
Dalam kondisi rileks, tubuh juga dapat melepaskan endorfin yang berperan dalam memberikan rasa nyaman dan membantu menurunkan tekanan darah.
Penelitian mengenai terapi murottal Al-Qur’an menunjukkan adanya perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Berdasarkan hasil penelitian, kondisi tekanan darah sebelum diberikan terapi menunjukkan bahwa sebanyak 10 orang atau 15,6% berada dalam kategori hipertensi berat.
Sebanyak 35 orang atau 54,7% termasuk hipertensi sedang, sedangkan 19 orang atau 29,7% berada pada kategori hipertensi ringan.
Penelitian lain yang melibatkan 16 responden juga menunjukkan adanya perbedaan tekanan darah sebelum dan setelah diberikan terapi murottal Al-Qur’an.
Hasil analisis menunjukkan nilai perbedaan sebesar 12,188 dengan standar deviasi 3,953. Hasil pengujian statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,000.
Nilai tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang sangat bermakna dari terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Salah satu bacaan Al-Qur’an yang digunakan dalam penelitian adalah Surah Ar-Rahman.
Lantunan Surah Ar-Rahman diperdengarkan kepada pasien sebagai bagian dari terapi.
Pemberian terapi tersebut dilakukan selama tujuh hari berturut-turut untuk melihat perubahan tekanan darah yang terjadi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah.
Efek tersebut diduga berkaitan dengan munculnya rasa tenang dan relaksasi setelah seseorang mendengarkan lantunan Al-Qur’an.
Terapi murottal juga dapat menjadi salah satu pilihan pendamping dalam penatalaksanaan hipertensi.
Terapi ini tidak menggantikan pengobatan medis, tetapi dapat digunakan sebagai bagian dari pendekatan nonfarmakologis bersama dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup yang dianjurkan.
Pada penelitian mengenai pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap tingkat hipertensi pada lansia di RW 001 Kampung Gurudug, Desa Mekar Jaya, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Di sini ditemukan bahwa kategori hipertensi sedang merupakan kelompok yang paling banyak ditemukan sebelum pemberian terapi.
Dari keseluruhan responden, sebanyak 54,7% berada dalam kategori hipertensi sedang.
Sementara itu, 15,6% termasuk dalam kategori hipertensi berat dan 29,7% berada pada kategori hipertensi ringan.
Setelah dilakukan terapi murottal Al-Qur’an, ditemukan adanya perubahan tingkat tekanan darah pada responden.
Analisis penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi murottal terhadap tingkat hipertensi pada lansia. Hasil uji statistik memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001.
Karena nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian terapi murottal Al-Qur’an dengan tingkat hipertensi pada lansia di RW 001 Kampung Gurudug, Desa Mekar Jaya, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Dengan demikian, terapi murottal Al-Qur’an, termasuk memperdengarkan Surah Ar-Rahman, dapat menjadi salah satu bentuk terapi nonfarmakologis pendamping untuk membantu menciptakan kondisi relaksasi dan mendukung pengendalian tekanan darah.
Namun, penderita hipertensi tetap perlu mengikuti pemeriksaan dan pengobatan medis sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Disarikan dari penelitian Adinda Intan Safitri, Siti Rochmani, dan Lastri Mei Winarni, Program Studi S1 Keperawatan, Universitas Yatsi Madani, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Anda memiliki gangguan:
◆ Diabetes, jantung, ginjal, atau medis selainnya?
◆ Nonmedis: iblis, jin, setan, al ‘ain, sihir, dajjal?
◆ Kami siap membantu Anda menyelesaikannya sampai tuntas
WhatsApp call center Bekam Batam Ruqyah Batam Bengkel Manusia Indonesia (+62) 813-2871-2147.