Lampu merah di simpang Tiban Centre, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dikenal luas oleh warga sebagai “lampu merah maut”. Simpang lampu merah ini menyimpan cerita mencekam.
Julukan itu bukan tanpa alasan. Di titik perempatan yang padat lalu lintas ini, sering terjadi kecelakaan tragis yang merenggut puluhan nyawa pengguna jalan.
Tidak sedikit warga yang merasa ada “aura” mencekam setiap kali melintas di lokasi, terutama saat malam hari.
Menanggapi keresahan masyarakat, Ustaz Muhammad Candra P. Pusponegoro Abidzar Marzaqah Al Hana bersama RoS An Nubuwwah Batam mengadakan kegiatan ruqyah di lokasi tersebut pada Minggu, 26 Oktober 2025 pagi.
Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan energi negatif, menenangkan hati warga, sekaligus menghadirkan dakwah spiritual di ruang publik.
Kegiatan ini cukup menarik perhatian banyak pengendara yang melintas. Mereka berhenti sejenak menyaksikan proses penyiraman air ruqyah dan tausiyah tentang pentingnya mendekatkan diri kepada Allah agar dijauhkan dari bahaya di jalan raya.
Ruqyah On The Street bukan sekadar kegiatan spiritual biasa. Program ini membawa pesan kemanusiaan dan dakwah sosial, bahwa ruqyah bukan hanya untuk orang sakit atau kerasukan, tetapi juga bisa menjadi bentuk doa bersama untuk keselamatan wilayah dan masyarakatnya.
Tim Ruqyah On The Street (ROS) Batam meyakini bahwa doa yang dipanjatkan bersama-sama di tempat yang sering terjadi musibah dapat menjadi ikhtiar agar Allah mengangkat bala dan mengganti dengan keberkahan.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi para pengendara untuk lebih berhati-hati di jalan, menjaga adab berlalu lintas, dan tidak melupakan doa keselamatan sebelum bepergian.
Ustaz Candra menyampaikan bahwa Ruqyah On The Street adalah bentuk dakwah langsung di tengah masyarakat, terutama di titik-titik yang sering terjadi musibah atau tempat yang dianggap angker oleh masyarakat.
“Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengingatkan bahwa segala sesuatu terjadi dengan izin Allah. Ruqyah ini adalah doa agar tempat ini menjadi lebih aman dan diberkahi,” ujar Ustaz Candra yang pernah meruqyah Jembatan I Barelang Batam pada 19 Juli 2024 lalu.
Aksi Ruqyah On The Street (ROS) di lampu merah Tiban Centre Batam menjadi pengingat bahwa ikhtiar spiritual juga penting dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Selain memperbaiki perilaku berkendara, doa dan zikir bersama dapat menjadi langkah nyata untuk menenangkan jiwa dan membersihkan lingkungan dari energi negatif.
Saksikan perjalanan Ruqyah On The Street (ROS) di lokasi yang dijuluki tempat “angker” ini.
Semoga menjadi pelajaran bagi kita bahwa kekuatan doa, zikir, dan tawakal merupakan benteng terbaik menghadapi kekhawatiran dan ketakutan.
Video bisa diklik melalui tautan ini: