Alasan Mengapa Jembatan I Barelang Batam Harus Diruqyah Dua Kali

Alasan Mengapa Jembatan I Barelang Batam Harus Diruqyah Dua Kali

Jembatan I Barelang di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau telah diruqyah dua kali. Ruqyah pertama pada Jumat 19 Juli 2024 dan kedua pada Jumat 21 November 2025.

Semua dilakukan pagi hari pukul 07.30 – 08.30 WIB supaya tidak mengganggu arus kendaraan yang melintas.

Rangkaian ruqyah ini lahir dari keprihatinan mendalam Ustaz Muhammad Candra Abidzar Rizqi Marzaqah Al Hana atas meningkatnya kasus bunuh diri yang terjadi di jembatan tersebut sejak paruh pertama 2024. 

Ruqyah dan doa digelar sebagai ikhtiar spiritual untuk mencegah tragedi serupa terulang.

Maraknya Kasus Bunuh Diri

Hingga pertengahan 2024, beberapa percobaan bunuh diri dilaporkan terjadi di Jembatan I Barelang, sebagian berakhir tragis. 

Situasi ini membuat kawasan itu dianggap angker (keramat) dan menimbulkan kecemasan di masyarakat.

RoS mencatat, sepanjang 2024 terjadi 7 kasus bunuh diri di Jembatan Barelang (6 meninggal, 1 selamat).

Sementara Januari–Oktober 2025 tercatat 4 kasus (2 meninggal, 1 selamat, 1 belum terkonfirmasi). 

Total 11 kasus dalam dua tahun menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan.

Bisikan Gaib yang Mengganggu

Ketua Yayasan An Nubuwwah Batam, Ustaz Muhammad Candra Abidzar Rizqi Marzaqah Al Hana, yang memimpin ruqyah pertama, menyebut banyak pasien depresi di kliniknya mengaku mendengar bisikan halus yang seakan mengajak mereka melompat dari jembatan—padahal sebagian belum pernah datang ke lokasi tersebut.

Menghapus Kesan Angker & Menenangkan Warga

Ruqyah juga bertujuan menghilangkan aura negatif di jembatan, menenangkan jiwa masyarakat, sekaligus memulihkan kembali aktivitas UMKM yang sempat goyah akibat tragedi-tragedi sebelumnya.

Ruqyah Kedua: Siram 5.000 Liter Air Doa

Pada Jumat 21 November 2025, ruqyah akbar kembali digelar. Bedanya, kali ini tim menggunakan truk tangki berisi 5.000 liter air ruqyah untuk menyiram seluruh trotoar Jembatan I Barelang, kanan dan kiri.

Aksi ini dilakukan karena kasus bunuh diri tetap tinggi. Sampai November 2025, tercatat 11 kasus sejak awal 2024.

Beberapa alasan mengapa ruqyah kedua penting dilakukan:

1. Kasus Masih Terus Terjadi

Meski sudah diruqyah pada 19 Juli 2024, insiden bunuh diri dan percobaan bunuh diri tetap berlanjut.

2. Ikhtiar Batin Menghilangkan Aura Negatif

Koordinator RoS, Muhammad Ikhsan, menjelaskan ruqyah ini adalah upaya membersihkan energi negatif dan rasa putus asa yang menyelimuti jembatan.

3. Bisikan dan Tarikan Gaib

Ustaz Candra kembali menegaskan adanya pasien yang mengaku mendapat bisikan halus agar melompat—bahkan ada yang pernah terjun, selamat, lalu menceritakan adanya tarikan kuat ke arah jembatan saat pikirannya kacau.

4. Bertepatan dengan Peringatan WSPD

Ruqyah kedua digelar bertepatan dengan peringatan World Suicide Prevention Day (WSPD) atau Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, sebagai pengingat pentingnya kesehatan mental dan spiritual.

5. Simbol Rahmat dan Ketenteraman

Penyiraman 5.000 liter air ruqyah dianggap sebagai simbol pembersihan, harapan, dan doa untuk keselamatan masyarakat Batam.

Lebih dari Sekadar Ruqyah

Selain penyiraman, aksi ini juga diisi dengan:

  • Kampanye kesehatan mental
  • Pembagian PIN antibunuh diri
  • Pemasangan spanduk antibunuh diri

Ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan tidak hanya spiritual, tetapi juga menguatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental.

Potret Kelam Titik Bunuh Diri, Studi Perbandingan dengan Jembatan I Barelang Batam

Dua kali ruqyah yang digelar di Jembatan I Barelang—pertama pada 19 Juli 2024 dan kedua pada 21 November 2025—bukanlah tindakan spontan dan seremoni. 

Aksi ini adalah bentuk kepedulian sosial moral yang mendalam terhadap meningkatnya kasus bunuh diri di jembatan ikon Batam tersebut. Fenomena ini ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia. 

Di berbagai belahan dunia, banyak lokasi—khususnya jembatan dan tempat wisata alam—yang juga dikenal sebagai titik rawan bunuh diri yang menelan ribuan korban. 

Beberapa di antaranya bahkan menjadi studi kasus internasional tentang bagaimana sebuah lokasi dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.

Berikut sejumlah tempat di dunia yang memiliki riwayat serupa dan sering dijadikan perbandingan dalam upaya pencegahan:

1. Nanjing Yangtze River Bridge, China
Panjang: 1.576 meter
Korban bunuh diri (1968–2006): ± 2.000 orang
Tinggi dari permukaan air: ± 24 meter

Perbandingan dengan Jembatan I Barelang (Batam):
Tinggi dari permukaan air: ± 38 meter
Panjang: 642 meter

2. Golden Gate Bridge, San Francisco (USA)
Dibuka: 27 Mei 1937
Panjang: 2.727 meter
Tinggi: ± 230 meter
Korban bunuh diri: ± 1.500 orang

3. Sunshine Skyway Bridge, Tampa Bay (USA)
Dibuka: 1987
Sering dijadikan lokasi syuting iklan dan film
Kasus bunuh diri hingga 2009: 207 orang

4. Air Terjun Niagara (Kanada, Amerika)
Korban bunuh diri per tahun: 15–20 orang
Kejadian tercatat sejak 1856
Angka tertinggi pada 1995: 2.780 kasus

5. Hutan Aokigahara, Gunung Fuji (Jepang)
Terletak di kaki Gunung Fuji
Kasus bunuh diri 2003: 100 orang
Kasus bunuh diri 2010: 247 orang

6. Jembatan Mapo, Seoul, Korea Selatan
Dikenal sebagai “Jembatan Bunuh Diri” atau “Jembatan Kematian” yang kemudian diubah menjadi “Jembatan Kehidupan” dengan pemasangan pesan motivasi dan dukungan kesehatan mental di sepanjang tepi jembatan

Terima kasih,

Salam,

Muhammad Candra P. Pusponegoro Abidzar Rizqi Marzaqah Al Hana
Co-Founder & CEO Yayasan An Nubuwwah Batam

Ruqyah on the Street (RoS) Jembatan I Barelang Batam Jumat 21 November  2025 pukul 7.30-8.30 WIB: 

Related Articles

Informasi

 
Yayasan An Nubuwwah melalui Bengkel Manusia Indonesia berpengalaman lebih dari dua dekade dalam pelayanan terapi berbasis sunah dan pendampingan spiritual secara profesional
Kami menghadirkan bekam dan ruqyah sesuai syariat Islam untuk membantu berbagai keluhan kesehatan dan menghadirkan ketenangan dengan pendekatan yang penuh kehati-hatian

Legalitas

 
Merupakan badan hukum resmi yang telah disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan SK Nomor AHU-0035282.AH.01.04.Tahun 2016 tertanggal 18 Agustus 2016.
Didirikan berdasarkan Akta Notaris Wirlisman, S.H., Sp.N., Nomor 105 tanggal 10 Agustus 2016.
Terdaftar dan sah secara hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia

Jam Layanan

 
◇ Setiap Hari
◇ 07.30 – 20.30 WIB
◇ Wajib Perjanjian Dahulu

Alamat

Anggrek Sari Blok G2
Taman Baloi, Batam Kota
Batam, Indonesia

Call Center WhatsApp:
(+62) 813-2871-2147

Rekening Donasi

◇ BCA 5790159154
◇ BSI 8122888216

Disclaimer

 
Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan terapi berbasis sunah dan pendampingan spiritual secara profesional, amanah, dan sesuai prinsip syariat Islam. Seluruh layanan adalah ikhtiar kesehatan.
Pelayanan bekam dan ruqyah yang kami selenggarakan bukan merupakan pengganti diagnosis, perawatan, atau tindakan medis dari tenaga kesehatan profesional.