IASP Beri Apresiasi Kegiatan Ruqyah Jembatan I Barelang Batam dalam Kampanye Pencegahan Bunuh Diri

IASP Beri Apresiasi Kegiatan Ruqyah Jembatan I Barelang Batam dalam Kampanye Pencegahan Bunuh Diri

Kegiatan ruqyah akbar di Jembatan I Barelang Batam Kepulauan Riau Indonesia pada Jumat, 21 November 2025, mendapat apresiasi positif dari International Association for Suicide Prevention (IASP), sebuah organisasi internasional berbasis di Washington DC, Amerika Serikat, yang berfokus pada edukasi, riset, dan kampanye global pencegahan bunuh diri.

Dalam surat resminya yang ditujukan kepada Ketua Yayasan An Nubuwwah Batam, Candra P. Pusponegoro, IASP menyampaikan penghargaan yang tinggi atas komitmen dan kontribusi Yayasan An Nubuwwah melalui gerakan Ruqyah on The Street (RoS) Batam. 

IASP menilai bahwa kegiatan rohani yang dikemas dengan pendekatan edukasi kesehatan mental tersebut memiliki nilai kemanusiaan yang kuat dan berpotensi besar menekan angka risiko bunuh diri di masyarakat.

IASP menegaskan bahwa kampanye antibunuh diri yang digelar di Jembatan I Barelang Batam Kepulauan Riau Indonesia bukan hanya sekadar kegiatan spiritual, tetapi juga bentuk kepedulian nyata untuk menghadirkan ruang aman bagi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan psikologis, depresi, maupun kecemasan berat.

“Kami sangat menghargai dedikasi Anda dan pekerjaan bermakna yang dilakukan oleh Yayasan An Nubuwwah dan Ruqyah on The Street (RoS) Batam. Kampanye yang Anda selenggarakan merupakan upaya yang menginspirasi dan berdampak besar dalam meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan bagi mereka yang berisiko,” tulis IASP dalam pernyataan resminya, Rabu (10/12/2025).

Sebagai lembaga internasional yang setiap tahun memimpin kampanye World Suicide Prevention Day (WSPD), IASP menyampaikan bahwa halaman acara resmi mereka sedang ditutup untuk persiapan pembaruan menuju agenda 2026. Karena itu, mereka belum dapat memasukkan kegiatan ruqyah akbar Jembatan I Barelang ke dalam daftar program tahun 2025.

Meski demikian, IASP tetap mendorong Yayasan An Nubuwwah agar kembali mengirimkan laporan kegiatan serta program yang direncanakan pada tahun 2026, sehingga dapat dipertimbangkan untuk dipromosikan sebagai bagian dari kampanye global secara resmi.

“Kami dengan hangat mendorong Anda untuk mengirimkan kegiatan yang direncanakan tahun depan menjelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2026. Mengirimkan lebih awal memastikan kami dapat membantu membagikan dan mempromosikan upaya berharga Anda sebagai bagian dari kampanye global kami,” lanjut IASP yang bermarkas di 1717 Pennsylvania Ave Northwest Suite 1025, Washington, DC, Amerika Serikat.

Surat itu juga menegaskan bahwa IASP memandang upaya Yayasan An Nubuwwah sebagai salah satu contoh pendekatan lokal yang efektif dalam memperluas edukasi pencegahan bunuh diri. Terutama di wilayah yang kerap menjadi lokasi kasus bunuh diri seperti kawasan Jembatan I Barelang Batam.

Gerakan Ruqyah on The Street (RoS) di Jembatan I Barelang Batam selama ini dikenal sebagai inisiatif spiritual dan kemanusiaan yang menggabungkan ruqyah syari, konseling dasar, edukasi kesehatan mental, dan pendampingan emosional bagi masyarakat yang mengalami tekanan psikologis. 

Kegiatan ini telah menarik perhatian publik karena mampu menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk mereka yang enggan mencari bantuan formal.

Dengan adanya apresiasi dari organisasi internasional seperti IASP, Yayasan An Nubuwwah Batam diharapkan agar gerakan ruqyah akbar dan RoS semakin diperkuat, diperluas, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

“Terima kasih atas apresiasi dan dukungan IASP kepada Yayasan An Nubuwwah Batam dan RoS. Semoga kegiatan An Nubuwwah dan RoS bisa semakin bermanfaat untuk umat manusia,” ujar Candra P. Pusponegoro, Co-Funder dan CEO Yayasan An Nubuwwah Batam, Rabu (10/12/2025).

Tentang IASP

International Association for Suicide Prevention (IASP) atau Asosiasi Internasional untuk Pencegahan Bunuh Diri merupakan sebuah organisasi internasional yang berdedikasi untuk mencegah perilaku bunuh diri dan mengurangi dampaknya. 

IASP adalah organisasi tingkat dunia yang fokus pada edukasi, penelitian, advokasi, dan program-program untuk mencegah bunuh diri di berbagai negara.

Organisasi ini didirikan pada tahun 1960 oleh Erwin Ringel dan Norman Farberow, dan menjalin hubungan kerja sama resmi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2003 telah menganggap serius isu bunuh diri, hingga menggandeng International Association of Suicide Prevention (IASP) untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri (World Suicide Prevention Day) setiap tanggal 10 September.

Tujuan dan Aktivitas Utama IASP

  • Pencegahan Bunuh Diri: IASP memimpin peran global dalam pencegahan bunuh diri dengan mengembangkan forum yang efektif, membangun kemitraan kolaboratif yang kuat, dan mempromosikan tindakan berbasis bukti untuk mengurangi insiden bunuh diri
  • Forum Global: Organisasi ini menyediakan forum bagi para akademisi, profesional kesehatan mental, pekerja krisis, sukarelawan, dan penyintas bunuh diri (orang-orang yang terkena dampak langsung dari perilaku bunuh diri) dari lebih 50 negara di seluruh dunia
  • Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (WSPD): IASP, bersama dengan WHO, adalah penyelenggara utama Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, yang diperingati setiap tahun pada tanggal 10 September sejak tahun 2003. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global bahwa bunuh diri dapat dicegah
  • Advokasi: IASP mengadvokasi pentingnya strategi pencegahan bunuh diri nasional di setiap negara dan mendukung dekriminalisasi bunuh diri di seluruh dunia agar mereka yang mencoba bunuh diri dapat mencari bantuan yang dibutuhkan tanpa takut dihukum
  • Sumber Daya dan Kolaborasi: IASP membagikan informasi melalui berbagai inisiatif seperti program kemitraan (Partnerships for Life), pusat sumber daya COVID-19, dan podcast untuk mengurangi stigma seputar topik bunuh diri dan memicu percakapan yang bermakna

Surat Pernyataan Resmi IASP

Caption Foto: 

Muhammad Candra P. Pusponegoro Abidzar Rizqi Marzaqah Al Hana, Co-Funder dan CEO Yayasan An Nubuwwah Batam bersama Tim Ruqyah on the Street (RoS) saat melakukan ruqyah akbar di Jembatan I Barelang, Batam, Kepulauan Riau, Indonesia pada Jumat 21 November 2025 lalu (Foto: Dokumen Yayasan An Nubuwwah Batam)

Related Articles

Informasi

 
Yayasan An Nubuwwah melalui Bengkel Manusia Indonesia berpengalaman lebih dari dua dekade dalam pelayanan terapi berbasis sunah dan pendampingan spiritual secara profesional
Kami menghadirkan bekam dan ruqyah sesuai syariat Islam untuk membantu berbagai keluhan kesehatan dan menghadirkan ketenangan dengan pendekatan yang penuh kehati-hatian

Legalitas

 
Merupakan badan hukum resmi yang telah disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan SK Nomor AHU-0035282.AH.01.04.Tahun 2016 tertanggal 18 Agustus 2016.
Didirikan berdasarkan Akta Notaris Wirlisman, S.H., Sp.N., Nomor 105 tanggal 10 Agustus 2016.
Terdaftar dan sah secara hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia

Jam Layanan

 
◇ Setiap Hari
◇ 07.30 – 20.30 WIB
◇ Wajib Perjanjian Dahulu

Alamat

Anggrek Sari Blok G2
Taman Baloi, Batam Kota
Batam, Indonesia

Call Center WhatsApp:
(+62) 813-2871-2147

Rekening Donasi

◇ BCA 5790159154
◇ BSI 8122888216

Disclaimer

 
Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan terapi berbasis sunah dan pendampingan spiritual secara profesional, amanah, dan sesuai prinsip syariat Islam. Seluruh layanan adalah ikhtiar kesehatan.
Pelayanan bekam dan ruqyah yang kami selenggarakan bukan merupakan pengganti diagnosis, perawatan, atau tindakan medis dari tenaga kesehatan profesional.